You are currently viewing Pilih Mana Beli Apartemen atau Rumah Tapak?

Pilih Mana Beli Apartemen atau Rumah Tapak?

Bagi keluarga baru generasi milenial atau gen Z yang mencari hunian, mungkin mempertimbangkan apakah akan beli apartemen atau rumah tapak. Masing-masing jenis hunian tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan sebelum menentukan pilihan.

Jika dulu orang-orang hanya mengenal rumah tapak (landed house) sebagai tempat tinggal atau hunian, kini pilihannya bertambah karena apartemen dengan desain yang baik juga banyak peminatnya.

Baik apartemen maupun rumah, memiliki keunggulan masing-masing. Apartemen misalnya, bisa menjadi hunian bagi seseorang yang ingin tinggal lebih privat dan praktis karena fasilitasnya lengkap.

Kelebihan dan Kekurangan Apartemen

apartemen di jakarta
apartemen di jakarta

Alasan pertama mengapa tinggal di apartemen semakin populer adalah karena lokasinya yang strategis. Kebanyakan apartemen didirikan di pusat-pusat kota karena lahan yang semakin terbatas. Di sisi lain, pusat kota juga menjadi pusat berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi.

Kelebihan Tinggal di Apartemen

interior kompak
interior simple & compact

Bagi generasi milenial maupun gen Z memiliki gaya hidup yang praktis dan efisien dan maunya sat-set memilih apartemen karena pertimbangan lokasi yang strategis.

Apartemen biasanya terletak di area strategis dekat dengan pusat bisnis, perkantoran, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, dan juga pendidikan setingkat pendidikan dasar. Hal ini memudahkan penghuni untuk mengakses berbagai kebutuhan sehari-hari tanpa harus menghabiskan banyak waktu di perjalanan.

Apartemen modern umumnya dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti kolam renang, gym, taman bermain, keamanan 24 jam, dan layanan kebersihan. Fasilitas ini dapat membantu penghuni untuk menjalani gaya hidup yang lebih nyaman dan praktis.

Perawatan apartemen juga lebih mudah dibandingkan dengan rumah tapak. Ada biaya IPL (iuran pengelolaan apartemen) yang harus dibayar tiap bulan, tergantung dari ketentuan masing-masing apartemen. Adanya IPL ini membuat penghuni tidak perlu repot-repot dengan pekerjaan taman, pemeliharaan bangunan, dan keamanan. Tentu saja dapat menghemat waktu dan tenaga para penghuninya.

Apartemen biasanya memiliki sistem keamanan yang ketat, seperti CCTV, kartu akses ke gedung dan lift, dan petugas keamanan. Hal ini membuat penghuni merasa lebih aman dan tenang saat tinggal di apartemen.

Gaya Hidup

Sudah terkenal dalam lingkungan hunian di perkotaan terutama apartemen, penghuni saling menghargai privacy masing-masing.

Walaupun demikian, apartemen dapat menjadi tempat yang ideal untuk bertemu dengan orang baru dan membangun komunitas. Penghuni dapat berinteraksi dengan tetangga mereka di berbagai acara sosial atau fasilitas bersama.

Apartemen yang terletak di lantai atas sering menawarkan pemandangan indah kota atau alam sekitar. Di satu sisi membuat harga apartemen di lantai atas lebih mahal, tetap di sisi lain dapat menjadi nilai tambah bagi penghuni yang menginginkan suasana yang lebih tenang dan asri.
Tinggal di apartemen, terutama di apartemen mewah, sering dianggap sebagai simbol status dan kesuksesan.

Bila dibandingkan antara apartemen dan rumah tapak, harga apartemen umumnya lebih murah daripada rumah tapak di area yang sama. Hal ini membuat apartemen menjadi pilihan yang lebih terjangkau bagi banyak orang, terutama bagi para profesional muda atau lajang.

Apartemen dirancang dengan ruang yang lebih efisien dan compact dibandingkan dengan rumah tapak. Hal ini berarti penghuni dapat memiliki hunian yang nyaman dengan ukuran yang lebih kecil.

Apartemen dapat menjadi investasi yang menarik karena nilainya yang cenderung naik seiring waktu. Hal ini terutama berlaku untuk apartemen yang terletak di lokasi yang strategis dan memiliki fasilitas yang lengkap.

Kekurangan Tinggal di Apartemen

Kalau ada kelebihan tentunya ada kekurangan juga. Nah, apa saja kekurangan bila memilih tinggal di apartemen?

Apartemen memiliki ruang pribadi yang lebih terbatas dibandingkan dengan rumah tapak. Penghuni harus berbagi ruang bersama dengan tetangga mereka dan mungkin tidak memiliki privasi sebanyak yang mereka inginkan.

Unit-unit apartemen yang saling berdempetan kanan-kiri, depan, dan atas-bawah, bisa jadi lebih bising daripada rumah tapak yang mempunyai halaman.

Apartemen memiliki aturan dan regulasi yang ketat yang harus dipatuhi oleh penghuni. Hal ini dapat membatasi kebebasan penghuni untuk melakukan hal-hal yang mereka inginkan di hunian mereka.

Gaya Hidup

Nilai kenyamanan, privasi, kelengkapan fasilitas, dan lokasi strategis, menjadikan harga sewa atau harga beli apartemen cukup tinggi dibandingkan apartemen subsidi.

Penghuni apartemen harus membayar biaya perawatan bulanan yang diperuntukkan sebagai biaya pemeliharaan gedung, perbaikan ringan, dan fasilitas bersama.

READ  Hello world!

Ada jatah parkir terbatas bagi penghuni apartemen yang memiliki kendaraan. Ketentuannya pun berbeda, ada yang ditarik biaya berlangganan dan dibatasi jumlah kendaraan yang bisa dimiliki.

Penghuni apartemen bergantung pada fasilitas yang disediakan oleh pengelola gedung. Jika fasilitas tidak dipelihara dengan baik atau terjadi kerusakan, penghuni mungkin akan merasa tidak nyaman.

Ruang terbuka, taman bermain, atau ruang olahraga, sering menjadi nilai tawar harga jual apartemen. Hal detail seperti ini menawarkan gaya hidup sehat yang menjadi dambaan semua keluarga.

Tidak semua apartemen mengizinkan hewan peliharaan. Hal ini dapat menjadi masalah bagi orang yang memiliki hewan peliharaan.

Pada akhirnya, keputusan untuk tinggal di apartemen atau tidak tergantung pada kebutuhan dan preferensi pribadi masing-masing. Pertimbangkan kelebihan dan kekurangannya dengan cermat sebelum membuat keputusan.

Tips

Lakukan riset terlebih dahulu sebelum memilih apartemen. Kunjungi beberapa apartemen untuk melihat langsung kondisi dan fasilitasnya.

Baca dengan cermat perjanjian sewa atau beli sebelum menandatanganinya. Pastikan pertimbangkan memahami semua aturan dan regulasi yang berlaku di apartemen.
Pertimbangkan gaya hidup dan apakah kalian dapat beradaptasi dengan kehidupan di apartemen.

Kelebihan dan Kekurangan Landed House (Rumah Tapak)

rumah tapak minimalis
rumah tapak minimalis

Nah, kalau kelebihan dan kekurangan apartemen sudah dijelaskan di atas, sekarang bisa kalian pelajari kelebihan dan kekurangan rumah tapak.

Kelebihan Rumah Tapak

Salah satu keunggulan utama adalah status kepemilikan rumah dan lahan. Rumah tapak banyak diminati karena memiliki status kepemilikan terhadap lahan rumah atau Sertifikat Hak Milik (SHM). Tetapi untuk kota-kota besar, misalnya Jakarta, hampir semua rumah tapak statusnya Hak Guna Bangunan. Jadi lebih baik cek-cek saja terlebih dahulu tentang status kepemilikan rumah nantinya.

Sementara apartemen atau rumah susun memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atau SHM SRS (Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun).

Ruang dan Kepemilikan

rumah tapak dan halaman
rumah tapak dan halaman

Rumah tapak pada umumnya menawarkan ruang yang lebih luas dibandingkan apartemen. Hal ini membuat penghuni bisa lebih leluasa menata ruangan, merenovasi, bahkan menambah ruangan bila diperlukan perluasan.

Membeli rumah tapak berarti kita memiliki kepemilikan penuh atas tanah tempat rumah itu berdiri. Ini merupakan investasi jangka panjang yang bernilai dan bisa diwariskan.
Di satu sisi, ternyata tinggal di rumah tapak memiliki privasi yang lebih baik karena tidak berbagi dinding dengan tetangga. Rumah tapak yang cukup luas bisa memiliki halaman depan dan belakang yang menambah privasi dan suasana tenang.

Meskipun perlu diwaspadai, rumah tapak biasanya menawarkan kontrol keamanan yang lebih besar karena kita bisa memasang pagar, alarm, dan lainnya sesuai keinginan.

Dikenalkannya konsep rumah tumbuh, maka awalnya membeli rumah kecil, kemudian pemilik rumah memiliki kebebasan untuk merenovasi. Rumah pun bisa disesuaikan renovasinya dengan selera dan kebutuhan. Ingin menambah ruangan, kolam renang, atau taman? Bebas saja kalau luas lahan cukup dan ada dananya.

Enaknya lagi, tinggal di rumah tapak, bisa memelihara hewan peliharaan, tentu saja, asalkan diurus dengan baik dan tidak mengganggu tetangga.

Kekurangan Rumah Tapak

Sama halnya dengan apartemen, ada kelebihan dan kekurangannya juga. Berikut kekurangan rumah tapak:

Rumah tapak, terutama di lokasi strategis, biasanya lebih mahal dibandingkan apartemen. Selain itu, biaya perawatan rumah dan tanah menjadi tanggung jawab pemilik rumah.

Sebagai pemilik rumah, kalian perlu perlu merencanakan dan menyiapkan dana untuk perawatan rumah, seperti perbaikan atap, saluran air, dan lainnya.

Meskipun bisa ditingkatkan, keamanan rumah tapak lebih bergantung pada inisiatif pemilik dibanding apartemen dengan sistem keamanan terpusat. Dengan gotong royong atau memperkerjakan satpam merupakan salah satu solusi agar lingkungan rumah lebih aman.

Lokasi dan Gaya Hidup

Rumah tapak di lokasi strategis biasanya lebih mahal. Pilihan yang terjangkau mungkin berada di daerah yang jauh dari pusat kota dan membutuhkan waktu perjalanan lebih lama.

Itu sebabnya kompleks perumahan baru kebanyakan dibangun di pinggiran kota, luas lahan yang lebih sempit, dan fasilitas umum yang terbatas. Hal ini membuat harga rumah lebih terjangkau terutama untuk generasi Z.

Rumah tapak yang dibangun di pinggiran kota seperti ini membuat penghuninya memilih memiliki kendaraan pribadi dibandingkan memilih naik kendaraan umum.

Penutup

Memilih apartemen atau rumah tapak tergantung pada kebutuhan dan gaya hidup yang akan dijalani.

Apartemen sekarang ini banyak dibangun di kota-kota besar untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat. Memang perlu perilaku dan membiasakan diri untuk tinggal di hunia vertikal.

Sedangkan rumah tapak cocok untuk yang menginginkan ruang lebih luas, kepemilikan tanah, dan privasi. Namun, perlu dipertimbangkan masalah biaya yang lebih besar daripada membeli apartemen, perawatan mandiri, dan lokasi.

Semoga bermanfaat.

admin

cumabelajar.com mengulas tentang belajar bisnis, fashion, gaya hidup, kuliner, properti, tips sederhana untuk keluarga, dan hal-hal baru yang mudah dipelajari.

This Post Has 15 Comments

  1. Oemy Ikbar

    Sebagai generasi kolonial wkwkwk, kalau untuk rumah tinggal lebih memilih untuk tinggal di rumah tapak. Rumah tapak kan hak milik jadi lebih terjamin kepemilikannya.

  2. Dian Restu Agustina

    Sewaktu mutasi ke Jakarta, saya dan suami yang berniat punya rumah sendiri berencana beli apartemen. Tapi ditentang keras mertua, dengan alasan kalau saudara dari kampung datang mau ditaruh dimana, sempit nanti tempatnya dll dsb. Jadi batal deh dan beli rumah tapak.
    Kapan hari suami bilang kalau anak-anak sudah keluar rumah (tinggal si bungsu yang SMA tahun ini) kami pindah ke apartemen dekat kantor saja, mengingat sekarang jarak tempuh rumah-kantor kalau macet parah kadang sampai 2 jam padahal jaraknya kurang dari 20 km…hiks. Semoga ada rezekinya:)

    1. Hani

      Apartemennya ngontrak aja Mbak Dian. Nah, rumah tapak yang sekarang dihuni dikontrakkan juga. Mayan, biasanya ada lebihnya tuh. Bisa buat tabungan deh…

  3. Yusriah

    apartemen ini memang solusi mudah untuk gen z ya terutama yang cari tempat tinggal di tengah kota, keamanannya juga terjamin cuman memang kudu berbagi beberapa hal dengan penghuni lainnya

  4. Shalikah

    Kebetulan dulu sempat merasakan tinggal di apartemen, memang ke mana-mana sangat strategis, semua fasilitas umum ada di sekitar kita. Tapi memang ada momen-momen juga merasa jenuh dan ingin selalu pergi ke luar. Sedangkan rumah tapak biasanya terasa lebih nyaman dan lapang terlebih lagi jika sudah punya keluarga. Walau memang kalau dari sisi harga biasanya jauh berbeda ya dan lokasinya memang jauh di pinggiran.

  5. Sendy Yunika

    Semua pasti ada plus minusnya ya, mb. Tergantung kebutuhan. Jujur ak lebih suka lingkungan apartemen yg lebih privasi, sayangnya terlalu dempet. Tapi pasti lebih nyaman tinggal d rumah sendiri meski tidak luas dan besar, sayangnya harga tanah dan rumah sekarang makin mahal.

  6. Dian

    Aku pengennya beli apartemen sih
    Lebih praktis gitu ya
    Tapi sekarang sih baru beli rumah tapak

  7. Ruang Umma

    Ya Allah bingung pilihnya.tapi melihat kebutuhan masih pingin pilih rumah

  8. Uniek Kaswarganti

    Iya sih, punya rumah sendiri alias rumah tapak, biayanya seabrek2. Belum lagi klo pas perbaikan jalan di kampung, harus nanggung iuran sepanjang ukuran rumah biasanya. Klo di apartemen mah asalkan udah bayar iuran, ya udah tenang hidupnya hehehee… Namun memang masing2 ada plus minusnya. Orang yang biasa bersosialisasi alias ‘nonggo’ (kumpul tetangga) bisa kesepian klo tinggal di apartemen. Begitu juga sebaliknya. Yang introvert dan suka menyepi, lebih nyaman biasanya tinggal di apartemen. Tak harus bertegur sapa dengan tetangga.

  9. Jihan

    Pas udah punya rumah kek gini rasanya bersyukurrr banget bisa nempatin rumah dengan halaman huhu, dlu pengen tinggal di apartemen karena males ribet ama tetangga hehehe

  10. Müzeyyen

    Aku sendiri lebih milih tinggal di rumah tapak, dari pada tinggal di apartman. Kalo di rumah bisa kita berkebun. Tapi sayangnya di turki model hunian banyaknya apartman

  11. lendyagassi

    Tetep ga ngalahin nyamannya punya rumah tapak sii..ketimbang apartemen.
    Karena apartemen memang fasilitasnya lengkap dan terjamin keamanan, tapi biaya per bulannya mashaAllaa~
    Belum lagi gabisa ketemu tetangga secara akrab seperi rumah di komplek. Kalo ada kang paket juga enakan di rumah yaa.. Apartemen kudu naik turun lift, agaa huuff gasii??
    Tapi serunya di apartemen tuh punya beranda yang tinggi.. hehehe.. ini worthed banget kalo lagi sumpek. Hehhee..

  12. Rhoshandhayani

    Kalau masih mudah sih, pengen beli apartemen ya wkwk
    Biar deket kalau ke mana-mana
    Tapi tetep nabung buat beli rumah tapak untuk masa tua nanti wkwk

  13. Hamimeha

    Hal ini pernah jadi pembahasan antara aku dan suami. Suami prefer beli rumah tapak yang mana secara kepemilikan itu jelas punya tanahnya ya meski bener agak mahalan harganya. Tapi aku pribadi jika sudah punya rumah sendiri pengen lah invest dengan membei apartemen hehehe karena cukup menarik untuk dijadikan bisnis

  14. Allamandawi

    Semua punya kelebihannya masing”, untuk daerah padat mungkin apartemen cocok buat jadi pilihan apalagi wilayahnya yang di tengah kota, jadi lebih memudahkan mobilitas.

Tinggalkan Balasan