Home Did You Knows 99.8% Bayi Penyu Saat Ini Adalah Betina, Mengapa?

99.8% Bayi Penyu Saat Ini Adalah Betina, Mengapa?

76
bayi-penyu-hijau

Ini adalah kabar baik bagi penyu jantan, karena peluang mereka untuk ber-poligami terbuka begitu lebar. Karena studi yang baru saja dipublikasikan 8 Januari 2018 di Journal Current Biology, melaporkan bahwa 99.8% anak penyu yang menetas adalah betina.

pulau-reine-tempat-penyu-bertelur

Penelitian ini dilakukan kepada penyu hijau di Australia, tepatnya Great Barier Reef.

Jika anda tahu bagaimana terbentuknya jenis kelamin pada reptil, tentu tidak terlalu mengejutkan.

Jika belum tahu, maka ini adalah fakta yang menarik.

Kebanyakan mamalia (termasuk manusia), penentuan jenis kelamin tergantung dari kromosom X dan Y. Ketika sel sperma dan telur bertemu lalu pembuahan terjadi, pada tahap ini jenis kelamin sudah ditetapkan.

Berbeda dengan reptil. Komodo, buaya, penyu dan yang lain, jenis kelamin ditentukan oleh suhu saat mereka dalam masa inkubasi.

Semakin hangat suhu lingkungan yang menyelimuti telur, maka bayi reptil akan berjenis kelamin betina. Sedangkan semakin dingin suhu lingkungan yang menyelimuti telur, akan menetaskan reptil jantan.

Kembali Pada Hasil Penelitian.

Pada penelitian ini, di pantai Great Barier Reef ditemukan 99.8% telur menetaskan bayi penyu betina. Di pantai yang lebih selatan dan dingin 65% adalah penyu betina.

Pada kondisi normal, seharusnya penyu yang bersaranag di Great Barier Reef menetaskan dalam kisaran 50% jantan dan 50% betina.

Karena perubahan iklim, Pulau Raine – lokasi tempat berkembang biak utama dalam penelitian ini – telah memanas secara signifikan sejak tahun 1990an, dan para peneliti menulis, kemungkinan besar penyu betina ditetaskan di pulau ini.

penyu-hijau
Green Sea Turtle (Chelonia mydas) feeding on sea weed in a meadow, Hurghada, Red Sea, Egypt, Africa

Jadi, para peneliti mengembangkan teknik baru: Yaitu mempelajari hormon penyu.

Ini adalah bukti yang meyakinkan jika suatu saat ketimpangan jenis kelamin penyu membayakan polulasi mereka.

Tidak seperti manusia, kura-kura tidak memperlihatkan ciri khusus yang menerangkan jenis kelamin mereka`

Periset tidak bisa membedakan jenis kelamin penyu hanya dengan melihat alat kelamin di antara kedua kakinya.

Dan metode termudah adalah memotongnya untuk melihat secara langsung (sebenarnya bukan cara etis untuk populasi kura-kura yang terancam punah)

Tes genetik tidak akan bisa memberikan harapan untuk pemilihan jenis kelamin penyu, karena penyu tidak membawa jenis kelamin mereka dalam kode genetik mereka.

Tetapi para periset menemukan bahwa, jika mereka membawa sampel plasma darah ke laboratorium mereka, mereka dapat menggunakan perbedaan hormon untuk membedakan kura-kura jantan dan betina.

Belum jelas, sampai batas mana ketimpangan jenis kelamin penyu ini akan mempengaruhi populasi mereka. Seberapa lama lagi penyu betina menggatikan

“Studi kami menyoroti kebutuhan akan strategi manajemen segera, yang bertujuan untuk menurunkan suhu inkubasi di rookeries utama,”

para peneliti menulis, “Meningkatkan kemampuan populasi penyu lokal untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dan menghindari keruntuhan populasi – atau bahkan punah.”

Leave a Reply