Home Kesehatan Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi Dan Balita

Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi Dan Balita

batuk pada anak biar bisa tidur

Batuk pilek adalah penyakit biasa yang banyak terjadi (terutama) pada musim pancarobah, dan menjadi luar biasa bila yang sakit adalah anak kita.

Saya punya dua anak umur 3.5 tahun dan yang kedua belum genap satu bulan yang saat ini mengalami batuk pilek.

Bagi orang dewasa, cukup dengan banyak istirahat batuk pilek bisa sembuh dengan sendirinya.

Meskipun tergolong penyakit ringan, batuk-pilek cukup membuat saya frustrasi.

Selain pusing memikirkan penyakit anak, saya juga dibuat pusing dengan kedua orang tua yang memaksa memberikan obat pada si kecil.

Cukup batuk dua kali, orang tua saya bisa langsung pergi ke apotik untuk beli obat batuk.

Padahal saya punya pikiran,“Bila belum parah tak perlu minum obat”.

Hingga sering kali saya harus berbohong pada orang tua bahwa cucunya telah minum obat batuk.

Saya bukan anti obat-obatan, tapi seperlunya memberi obat.

Saat si kecil batuk pilek, yang biasa saya lakukan adalah memijat tubuh dan memberikan dia terapi uap.

Pijatan pada punggung dan dada sangat efektif meredakan gejala batuk pilek.

Gunakan minyak kayu putih atau balsam anak saat memijat untuk melegakan pernafasaannya.

Saya bisa melakukan ini semalaman agar anak saya bisa tidur dengan nyenyak tanpa minum obat.

Bisa juga, memberikan dia minum air hangat, bukan teh, tanpa gula, sirup atau yang berasa lainnya. Cukup air putih hangat.

Jika masih balita dibawah dua tahun, pastikan tidak terlalu panas. Jika sudah agak besar, bisa dilakukan seperti minum kopi (ditiup dan disruput pelan).

Cara ini bukan hanya efektif bagi anak, orang dewasa juga bisa merasakan manfaatnya. Bisa anda buktikan sendiri, nanti bila anda mengalami batuk yang terus-menerus (ngeklek), betapa cara ini sungguh cepat meredakan batuk.

Cara berikutnya yang efektif adalah, memberikan dia terapi uap. Tak perlu nebulizer, cukup dengan air panas dan minyak kayu putih saja sudah cukup.

Saat si kecil tidur, sambil dipijat punggungnya kamar tertutup rapat saya nyalakan magic jar berisi air yang dicampuri minyak kayu putih.

Uap air panas bercampur minyak kayu putih sangat mujarab untuk membuat “plong” hidung tersumbat. Cara seperti ini juga manjur untuk saya sendiri bila terjangkit pilek.

Tanpa obat, dan batuk-pilek lebih cepat tersembuhkan.

Seperti yang tertulis di awal,“Saya bukan anti obat, tapi seperlunya memberi obat”. Beberapa kasus saya dengan terpaksa harus memberinya obat batuk pilek.

Kapan waktu menurut yang pas memberi obat pada anak?

  1. Ketika anak sudah tidak bisa nyenyak tidur, padahal pijat dan terapi uap sudah maksimal dilakukan. Ingat, obat utama batuk-pilek adalah TIDUR. Dengan cara apapun, usahakan anak bisa cukup tidur agar lekas sembuh.
  2. Suhu tubuh meningkat hingga lebih 38C, tak kunjung turun meskipun dikompres.Suhu tubuh yag meningkat, menunjukan adanya infeksi didalam tubuh. Bila dikompres bisa membuat suhu turun, maka tak perlu minum obat. Namun bila suhu tak kunjung turun, paracetamol adalah senjata andalan. Bila panas lebih dari tiga hari, pergi ke dokter sangat dianjurkan kepada anda.

Obat batuk anak paling manjur?

Obat batuk bisa manjur apabila anda mengenali jenis batuk dan penyebabnya.

Misal: ada anak batuk karena ditenggorokannya kemasukan duri ikan, diberi obat batuk apapun tidak akan ada artinya.

Atau, anda tidak bisa mengatasi batuk kering dengan menggunakan obat batuk berdahak.

Perlu diingat juga, semua obat batuk tidak ada yang bisa menyembuhkan, mereka hanya mengurangi gejala agar anak anda bisa tertidur dan beristirahat.

Banyak obat yang beredar dan dijual bebas diapotik, biasanya ada dua jenis obat batuk

  1. Obat batuk yang tidak meredakan batuk, biasanya obat jenis ini digunakan untuk batuk berdahak.  Dibiarkan batuk agar semua dahak keluar dan diberikan zat yang digunakan untuk pengencer dahak (biasanya hanya mengandung HCL)
  2. Obat batuk yang meredakan batuk, catat:cuma meredahkan, bukan menyembuhkan. Inilah yang biasa digunakan dan sedia bila sikecil tidak bisa tidur malam hari karena batuk yang terus-menerus. Biasanya dibotol tertulis kandungan HCL (pengencer dahak), CTM (bikin ngantuk), atau Dextromethorphan (meningkatkan ambang batas rangsangan batuk) dan Guaifenesin (pelega tenggorokan)
  3. Baca aturan pakai, sesuaikan dosis, maksimal diberikan tiap 4 jam bila batuk tak kunjung reda dan bikin emosi orang tua.

Artikel lebih lengkap mengenai kandungan obat batuk, bisa dibaca di Kandungan Obat Batuk Anak

Semoga pengalaman saya ini berguna, dan tidak lagi membuat anda “snewen” bila si kecil mengalami batuk pilek.

TAG

Leave a Reply