You are currently viewing Konsep Rumah Tumbuh Membangun Sesuai Budget

Konsep Rumah Tumbuh Membangun Sesuai Budget

Ketika sepasang kekasih menikah dan selanjutnya membentuk keluarga maka yang pertama harus disiapkan adalah tempat tinggal. Ada beberapa pertimbangan mulai dari tinggal bersama orang tua dengan alasan menemani atau belum siap punya rumah sendiri. Ada pula yang lebih memilih mengontrak rumah, tinggal di apartemen, atau langsung membeli rumah.

Nah, ada beberapa pilihan ketika membeli rumah tersebut. Salah satunya adalah membangun rumah sendiri dengan konsep rumah tumbuh.

Pengertian Konsep Rumah Tumbuh

Teman-teman mungkin ada yang baru dengar, konsep rumah tumbuh tersebut ya. Sebenarnya sederhana saja, artinya rumah yang kita bangun tersebut bertumbuh seiring dengan pertumbuhan keluarga.

Misalnya tadinya hanya sepasang suami dan istri, lalu bertumbuh dengan lahirnya anak-anak. Sejalan dengan pertumbuhan anak, yang tadinya bisa sekamar gabung dengan ayah-ibu lalu membutuhkan kamar sendiri. Begitu pula ada pertimbangan memisahkan kamar anak berdasarkan gender begitu anak mulai remaja.

Membuat kamar anak, bukan hanya sekadar menambah ruangan, tetapi perlu diperhatikan juga kenyamanan kamar tersebut. Standar ruangan nyaman adalah ventilasi dan penerangan harus bagus. Sebaiknya desain ruangan dengan ventilasi dan terang alami agar hemat listrik.

Konsep rumah tumbuh juga mempertimbangkan finansial keluarga baru yang anggaran membangun harus sangat dihemat untuk keperluan lain.

Persiapan Membangun Rumah Tumbuh

Berikut adalah hal-hal yang perlu disiapkan bila akan membangun rumah dengan konsep rumah tumbuh:

Buat Desain Rumah Tumbuh

Pertama harus dipahami terlebih dahulu, rumah yang akan kita bangun, akan bertumbuh secara horisontal atau bertumbuh secara vertikal.

Dua-duanya harus dibuat desainnya terlebih dahulu atau kalian harus banyak-banyak mencari contoh rumah tumbuh. Bisa melalui Instagram, Pinterest, atau Youtube. Melibatkan arsitek sebagai jasa profesional walaupun dirasa menambah biaya, tetapi justru sangat membantu memikirkan desain dan tahap pembangunannya.

Bila lahan sempit dan tidak memungkinkan menambah kamar secara horisontal, maka pilihan lain adalah merenovasinya secara vertikal.

Pertanyaannya, apakah bisa menambah secara vertikal? Sedangkan rumah telanjur dibangun sesuai kondisi keuangan awal. Tentu saja bisa, asalkan harus tetap menyiapkan struktur bangunan untuk bangunan 2 lantai sebelumnya.

Contohnya, menyiapkan pondasi dan kolom struktur untuk 2 lantai terlebih dahulu, walaupun rumah akhirnya baru cukup dibangun 1 lantai.
Itu sebabnya harus dibuat desain yang matang, terutama pengolahan fasad rumah, supaya rumah tidak terlihat setengah jadi.

Rencanakan Tahapan Konstruksi

Bagian rumah sangat penting adalah struktur rumah. Struktur itu ibaratnya tulang pada badan kita. Tahapan konstruksi bisa mengikuti modul struktur yang sudah direncanakan sejak awal.
Sebagai contoh, struktur untuk rumah satu lantai akan sangat berbeda dengan struktur untuk rumah tingkat. Jika sejak awal sudah ada rencana untuk membangun dua atau tiga lantai, tetapi baru memiliki dana untuk membangun satu lantai, paling tidak struktur bangunan sudah disiapkan untuk kekuatan bangunan dua atau tiga lantai.

Jadi, walaupun pembangunan rumah tumbuh berjalan tahap demi tahap, namun struktur bangunan sudah disiapkan dengan baik.

READ  Hello world!

Untuk setiap tahap konstruksi, persiapkan rencana yang rinci termasuk anggaran, jadwal, dan sumber daya yang diperlukan. Ini akan membantu kamu mengawasi progres proyek secara efektif.

Metode membangun rumah tumbuh sebagai berikut:

1-Secara horisontal

rumah magelang
rumah Magelang, karya duatitikarchitecture, konsep rumah tumbuh horisontal, sumber: arsitag

Umumnya yang sering dilakukan adalah menambah jumlah ruangan atau menambah luas ruang tertentu, misalnya:

2-Secara vertikal

Melaksanakan konsep rumah tumbuh secara vertikal harus direncanakan strukturnya sejak awal. Artinya pondasi harus disiapkan untuk bangunan dua lantai. Walaupun demikian bisa saja dibangun dulu dinding luarnya setinggi dua lantai. Baru dikemudian hari diselesaikan interiornya menjadi dua lantai atau menambahkan lantai mezzanine. Metode ini dinamakan split level.

Contohnya adalah desain Rumah Kecil karya Yu Sing, konsultan AKANOMA. Pintu di atas sudah dipersiapkan sejak awal, untuk akses ke lantai dua.

gambar potongan rumah tumbuh
contoh rencana rumah tumbuh secara vertikal

Contoh untuk rumah tumbuh vertikal yang dibangun dulu setingga dua lantai, nanti tangga dan lantai dua menyusul dibangun, tergantung kondisi finansial keluarga.

Siapkan Anggaran

Anggaran yang membengkak merupakan faktor utama sering membuat pembangunan jadi macet. Bukan hanya pada proyek besar saja, bahkan pada rumah tinggal kecil pun, prosentase anggaran yang membengkak bisa mencapai 30%.

Itu sebabnya kalau membangun rumah, sediakan spare anggaran sebesar 30% dari rencana semula, jaga-jaga biaya membengkak.

Kenaikan bisa terjadi karena memang harga material di pasaran yang tiba-tiba naik. Faktor lain adalah perubahan desain di tengah pelaksanaan atau faktor cuaca yang memperlambat pembangunan.

Tentukan anggaran untuk setiap tahap konstruksi dan pastikan memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan tahap tersebut sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Pilih Kontraktor atau Pelaksana Pembangunan

Memilih kontraktor atau pelaksana pembangunan rumah tumbuh harus sehati dengan pemilik rumah. Tidak semua pelaksana mau memahami bahwa dana kita terbatas dan membangun rumah dilakukan secara bertahap.

Untuk itu pemilik juga harus sangat mengawasi tahap pembangunan rumahnya supaya anggaran tidak membengkak. Kalau perlu turut serta belanja material ke lapangan dan mengerti tahap pembangunan.

Perhatikan juga peraturan daerah tentang tinggi bangunan dan menyiapkan perizinan untuk mulai membangun rumah. Jangan sampai desain yang sudah dipikirkan menguras energi ternyata melanggar peraturan.

Proses membangun rumah impian cukup melelahkan dan menyita waktu, apalagi pada rumah tumbuh, baik rumah tumbuh vertikal maupun rumah tumbuh horizontal. Pembangunan rumah tumbuh akan terus dilakukan sampai rumah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan.

Namun, jangan sampai setiap tahapan mengganggu bangunan yang sudah ada dan bahkan mengganggu kegiatan penghuni di dalamnya. Jadi, perlu kejelian dalam memikirkan serta menentukan cara pembangunan rumah tumbuh tahapan selanjutnya.

Penutup

Konsep rumah tumbuh atau membangun rumah secara bertahap adalah strategi yang dapat membantu mengelola anggaran dan waktu dengan lebih efisien. Oleh sebab itu sebagai pemilik rumah kita perlu menentukan skala prioritas dalam menerapkan konsep rumah tumbuh.

Perbanyak referensi tentang konsep rumah tumbuh, berpikir modul, dan update berbagai material bangunan yang mudah perawatannya. Gunakan jasa professional untuk bekerjasama melahirkan ide dan konsep rumah tumbuh yang nyaman untuk ditinggali bersama keluarga.

admin

cumabelajar.com mengulas tentang belajar bisnis, fashion, gaya hidup, kuliner, properti, tips sederhana untuk keluarga, dan hal-hal baru yang mudah dipelajari.

This Post Has 10 Comments

  1. nurul rahma

    well noted mbaaa

    ini pentiingg bgt, apalagi utk pasutri gen z yak.

    karena umumnya budget masih seiprittt , jd mbangunnya kudu pakai konsep ini

  2. Okti Li

    Kalau lihat di group design dan interior gaya rumah vertikal ini sedang trend ya.
    Sepertinya ukuran kecil tapi justru karena penataan yang minimalis itu bikin pasangan milenial suka dengan konsep dan designya itu

  3. Esy Kanastari

    Konsep rumah tumbuh ini bagus banget, ya, Kak. Jadi, kita bisa membangun hunian secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan keluarga dan ketersediaan anggaran. Thanks for sharing.

  4. Dyah Ayu

    Bagiku kalau mau bangun or renovasi rumah tuh yang paling sulit adalah cari kontraktor atau tukang yang pas. Apalagi konsep rumah tumbuh begini.

  5. Ruang Umma

    Impian Umma pingin punya rumah tumbuh yang bebas membersamai anak-anak

  6. Lendyagassi

    Sejujurnya, konsep rumah tumbuh ini cocok kalau untuk keluarga muda. Dan hidup di era dimana harga tanah selangit, pastinya rumah tumbuh jadi solusi terbaik untuk dapetin semua kebutuhan ruang keluarga.

  7. Uniek Kaswarganti

    Membangun rumah tuh memang ngabisin dana paling besar yaaa..makanya perlu banget merencanakannya dengan baik. Misal baru bisa bangun sebagian dulu, untuk pondasinya sudah disiapkan utk keperluan rumah tumbuh ini.

  8. Dyah Kusuma

    Good idea nih, membangun rumah dengan budget yang ada dulu tai sudah disiapkan rancangannya dai awal sehingga nantinya tidak banyak renovasi jika ingin menambahkan ruangan

  9. Reyne Raea

    Sebenarnya anggaran bisa dihitung secara detail biar ga terlalu bengkak.
    Tapi emang amat sangat berhubungan dengan pelaksanaannya.

    Yang bikin bengkak itu, kalau bikinnya bertahap, atau pas cuaca ga bersahabat

  10. Linda Puspita

    Dulu kami awal menikah sepakat buat rumah sendiri, mau depannya aja gitu, yang penting ada kamar dan dapur dan kamar mandi. Semacam rumah tumbuh ini kak. Hihihi, tapi pas bangun, Alhamdulillah, masyarakat datang tanpa diminta bantu ini itu, ada yang bantu besi, atap dll. enaknya kalau tinggal di kampung ya, konsep gotong royongnya kental.

Tinggalkan Balasan