You are currently viewing Resep Warisan Makanan Khas Lebaran Yang Wajib Ada

Resep Warisan Makanan Khas Lebaran Yang Wajib Ada

Saya berasal dari keluarga Jawa Tengah, makanan khas Lebaran yang wajib ada, adalah lontong opor dan pernak-perniknya. Seingat saya Mamah dulu memasak dalam jumlah banyak, karena sebagai anak sulung, saat Lebaran saudara-saudara ngumpulnya di rumah kami.

Selain itu Eyang Putri memang diboyong dari Semarang ke Jakarta. Sehingga praktis kami tidak pernah melakukan perjalanan mudik seperti dilakukan oleh jutaan masyarakat Indonesia lainnya.

Eyang Putri yang tinggal bersama kami tersebut ternyata mempunyai kebiasaan dan resep favorit beliau. Sehingga beliau pun kadang-kadang ikut memasak atau meminta kami memasakkan menu favorit beliau tersebut.

Setelah saya menikah dan menetap di Bandung, keluarga suami yang berasal dari Jawa Timur, menu makanan khas Lebaran yang wajib ada, tidak jauh berbeda dengan saya. Mertua yang asli Malang telah menetap di Bandung sejak suami masih SMP. Sehingga praktis mudik Lebaran kami sekeluarga seputar Bandung-Jakarta saja, bolak-balik.

Kenangan Hidangan khas Lebaran

Menyiapkan hidangan khas Lebaran bagi saya merupakan kenangan tak terlupakan. Bukan hanya dari jenis-jenis hidangannya saja, tetapi kerepotan menyiapkannya yang tak akan terulang lagi.

Berbeda ketika awal menikah, saya malah tidak pernah memasak hidangan khas Lebaran tersebut. Di satu sisi, anak-anak ketika masih kecil tidak doyan masakan bersantan. Sedangkan di sisi lain, hidangan khas Lebaran tersebut selalu dibawakan pulang oleh Mamah maupun Ibu Mertua. Jadi, ngapain kan capek-capek masak sendiri, hidangan Lebaran selalu sisa berhari-hari kemudian.

Akhir-akhir ini ketika orang tua dan mertua sudah tidak ada, saya malah mulai memasak hidangan khas Lebaran.

Anak-anak setelah dewasa ternyata malah merindukan adanya tradisi makanan khas Lebaran yang wajib ada, tentunya dengan cara menyiapkan yang lebih praktis dan memasak secukupnya saja.

Mau tahu makanan khas Lebaran yang wajib ada di keluarga kami dan resep warisan Eyang Putri tersebut?

hidangan khas lebaran
hidangan khas lebaran, kupat dan teman-temannya

Lontong dan Kupat

kupat campur beras merah
kupat beras merah

Berhubung setiap Lebaran rumah orang tua selalu kedatangan tamu maupun keluarga, maka Mamah selalu menyiapkan lontong dan kupat dalam jumlah banyak. Tugas sayalah mengisi selongsong daun pisang ataupun kupat dengan beras yang sudah dicuci. Saya mengisinya duduk di lantai sambil menonton TV. Mamah memasaknya dalam panci besar berjam-jam, minimal tiga jam.

Sekarang kalau saya bikin kupat ya beli selongsong di tukang sayur, diisi beras, saya mencampurnya dengan beras merah, karena sehari-hari kami mengonsumsi nasi merah. Kemudian dimasak pakai panci presto, satu jam sudah matang. Cukup membuat 10 kupat saja untuk keluarga kecil kami, supaya sehari habis. Sudah bukan zamannya sih bikin kupat seperti Mamah yang berhari-hari baru habis.

Opor Ayam

Dulu Mamah selalu mengungkep dulu ayam beberapa hari sebelumnya lalu disimpan di freezer. Baru di malam takbiran, opor ayam setengah jalan tersebut diberi santan dan koreksi rasa.

Sekarang, sudah dua Lebaran ini, anak saya yang masak opor ayam. Versi lebih sehatnya sih, memakai pengganti santan. Ketika Lebaran tiba, anak dan menantu kumpul di rumah dan potluck (membawa makanan khas dari rumah) untuk dimakan bersama di rumah saya.

Gulai Kambing

Sama halnya dengan opor ayam, Mamah mencicil memasak gulai kambing beberapa hari sebelumnya, kemudian disimpan lemari es/ freezer. Nanti di malam takbiran baru diberi santan dan koreksi rasa.

Ketika menikah, saya mencoba juga membuat gulai kambing, supaya cepat ya pakai panci presto andalan sih. Berhubung saya termasuk Emak-emak yang tidak rajin, maka bumbu gulai saya pakai yang instan. Tetapi ternyata bumbu instan tuh kurang pas rasanya, malah gulainya pedas. 

Tahun lalu saya mencoba membeli bumbu gulai giling di pasar. Saya kangen gulai masakan Mamah saya ala Jawa, yang gulainya warna kuahnya kekuningan, karena tidak pakai cabai. Dilengkapi acar timun dan nanas, enak banget deh…

Tahun ini sepertinya saya akan melakukan hal yang sama. Beli iga kambing plus bumbu raciknya di los langganan di Pasar Palasari, Bandung.

Petis Bumbon

hidangan khas lebaran petis bumbon
petis bumbon (petis berbumbu)

Petis bumbon adalah menu khas buatan Eyang Putri, ibunya Mamah. Bahan dasar menu ini adalah telur puyuh yang diberi bumbu kuah kental yang diberi petis dan cabai rawit. 

Menu ini munculnya hanya tiap Lebaran dan selalu dicari oleh anak-mantu-cucu beliau. Enak banget menjadi pelengkap lontong opor dan gulai. Hasil jadinya coklat gelap sih…tapi endez poll lah.

Saya sempat minta resepnya ke beliau.

Berikut resepnya:

Bahan-bahan:

5 butir bawah merah
2 siung bawang putih
4 buah cabai merah
Seiris laos
2 lembar daun salam
Seiris kunci
150 cc santan kental
2 sendok teh petis dicairkan dengan sedikit air panas.
10 butir telur burung puyuh, rebus.
Beberapa buah cabai rawit.

Cara membuat:

  • Ulek jadi satu bawang merah, bawang putih dan cabai.
  • Tumis hingga harum.
  • Masukkan bumbu lain, tuang santan kental dan petis.
  • Aduk-aduk.
  • Terakhir masukkan telur dan cabai.

Petis Bumbon siap disantap bersama lontong opor.

Stup Buah

setup buah resep warisan
setup buah

Resep ini warisan Ibu Mertua. Dulu di halaman rumah mertua ada beberapa pohon jambu biji dan buah-buah jambu biji yang melimpah ini dibuat stup buah oleh Ibu Mertua.

Setup buah selalu ada di rumah Ibu Mertua ketika Lebaran dengan variasi buah-buahan yang tersedia di rumah. 

Bahan-bahan:

1/3 bagian papaya
1 buah nanas
1 buah mangga
2 potong kayu manis
2 gelas gula pasir
750 cc air
1 sendok teh Citroen Zuur
Sejumput kapur sirih

Cara membuat:

  • Potong-potong kecil semua buah-buah, rendam dalam air yang telah diberi kapur sirih.
  • Masak air bersama gula dan kayu manis, sampai mendidih dan gula larut.
  • Saring buah-buahan dan masukkan ke dalam rebusan gula.
  • Matikan api. Bila telah dingin, tuang citroen zuur.
  • Saat dihidangkan bisa ditambah kolang-kaling, agar-agar, selasih atau jelly.

Setup buah siap disajikan, ditambah es batu lebih enak.

Penutup

Nah, teman-teman itulah makanan khas Lebaran yang wajib ada di keluarga saya dan suami dulu. 

Awal membentuk keluarga kami belum menentukan menu-menu khusus di rumah, karena di hari Raya tersebut kami keliling dari satu rumah keluarga ke rumah keluarga lain. Baru belakangan saya yang meneruskan tradisi ada hidangan khas Lebaran di rumah.

Dulu sering juga ada keputusan bersama sebelumnya, kumpul keluarga besar dilakukan di rumah adik Ibu bergiliran. Nah, kalau seperti ini sih, kami membawa hidangan khas tiap keluarga, untuk dicicipi bersama. Biasanya engga nyambung tuh antar menu. Engga masalah sih, yang penting kan ngumpul dan silaturahimnya.

Jadi, makanan khas Lebaran di rumah teman-teman apa nih?

Semoga bermanfaat.

This Post Has 15 Comments

  1. Andina

    Boleh juga idenya Bu Hani, ketupat dicampur beras merah. Saya belum coba buat ketupat nih tapi boleh banget karena lagi mengurangi konsumsi nasi putih

  2. Okti

    Yang pasti semua kesukaan anak dan tidak pedas. Jadi kalau bikin rendang, beda dari yg lain karena gak pakai cabe merah. Kalau masak kentang juga warnanya gak menarik karena gak pakai cabe merah. Mending kalau opor dan sebagainya, emang gak pedas dari sononya ya

  3. Ida Wahyuni

    Sama mom, opor dan rendang tidak boleh terlewat. Opor ayam biasanya disajikan dengan ketupat atau lontong. Ditambah Kolak disajikan sebagai penutup setelah makan.

  4. Maria G

    Jadi pingin nulis juga tentang hidaran lebaran

    dulu saya juga selalu masak ketupat, sambal goreng ati, opor dan rendang

    sekarang lebih suka memasak kesukaan anak-anak seperti chicken cordon bleu , broccoli cheese baked potatoes dan sejenisnya

    Oiya, saya pernah mendengar penjelasan ahli gizi, dr Tan Shot Yen, bahwa santan itu sehat lho. Baru berbahaya jika makanan bolak balik dihangatkan

  5. Shanty febrianti

    Kalo dirumah aku mah bisa aja menu lebaran.. Bahkan suka bikin nasi atau mie rebus.. Hbs terkadang suka bosen dgn menu lebaran dgn pengen sesuatu yg berbeda

  6. Dennise Sihombing

    Aku walaupun tidak merayakan Lebaran, tetapi lingkungan teman dan saudara banyak yang muslim. Jadi senang banget menikmati santapan Lebaran. Mau coba deh resepnya petis bumbon, nikmat ya. Tidak disemua tempat ada menu ini

  7. Imawan

    Opor dan ketupat wajib ada ya pas lebaran hehehe tapi penasaran saya sama Petis Bumbon, kayanya nikmat ya, cara buatnya juga sepertinya simple, jadi pengen coba buat juga. 🙂

  8. lendyagassi

    MashaAllah~
    Lebaran dan kulinernya ini yang selalu dirindukan ya.. Berkumpul bersama keluarga besar sembari menikmati kuliner khas lebaran seperti ketupat lontong dan opor ayam.
    Siang-siang kalau di kampung halamanku, Surabaya.. jadi wajib banget ada es.
    Segeerrnya bukan main.

  9. Ada Resensi

    Dulu ibuku suka bikin setup buah untuk Lebaran atau arisan. Sekarang dengan pertimbangan kepraktisan dan penghematan, aku lebih suka bikin es buah aja. Kadang-kadang kangen setup buah juga sih :))

  10. Fenni Bungsu

    Banyak juga nih kak tradisi hidangan lebarannya. Hemm, ada yang seger juga lagi.. jadi makin berkesan dan bikin kangen oastinya

  11. Titis Ayuningsih

    Kalau aku di rumah, ada ketupat, rendang sama opor ayam yg menjadi menu wajib setiap tahunnya. Semoga momen lebaran ini dapat dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi.

  12. Kang Ugi

    Tahun ini masaknya rawon, lontong dan opor. Tapi opornya pake daing sapi. Ternyata enak juga. Hari pertama aja. Hari ke dua sudah bosen menikmati daging akhirhya cari sayur di pekarangan belakang rumah masak lalapan dlpake tempe goreng, tahu goreng. Nikmat abnegt makan bersama keluarga besar.teemasuk.kalau ada tamu lebih suka menikmati makanan sederhana ini

  13. Lia Lathifa

    Baru tau ada masakan khas namanya petis bumbon, bumbunya sederhana tapi malah banyak dicari. Emang masakan mama dan nenek itu gak ada duanya ya, selalu ngangenin meskipun agak mirip-mirip dengan masakan khas lebaran pada umumnya

  14. MUTIA RAMADHANI

    Lontog dan kupat udah nasional ya. Tinggal gulainya aja yang beda-beda tiap daerah. Ada yang khas banjar, khas padang, khas jawa, khas sunda. Semuanya kaya rasa.

  15. Palupi

    Lihat menunya jadi pengen balik ke momen lebaran lagi. Kangen balik kampung huhu.

Tinggalkan Balasan