Home Mungkin Penting Pengalaman Anak Sunat Saat Bayi

Pengalaman Anak Sunat Saat Bayi

Minggu lalu saya dan Istri mengambil keputusan besar (lebay) untuk menyunat Damar si anak kedua kami. Damar masih bayi, baru berumur 14 hari ketika disunat.

Rencana sunat saat bayi ini sebenarnya sudah jauh sebelum kehamilan yang kedua istri saya. Rencana ini muncul karena kakaknya (Mada) punya masalah pada kulup penis nya yang kecil. Dahulu saat kelahiran Mada, dokter menawarkan sunat pada kami karena melihat kondisi penis bayi. Namun saat itu kami tolak, karena alasan “kemanusiaan” heheheh.

Seperti yang kita tahu, kulup penis yang berlebihan bisa menyebabkan penyempitan lubang penis dan kesulitan saat buang air kecil. Kondisi seperti itu bisa menyebabkan fimosis. Gejala dari fimosis adalah bayi atau balita sering kali demam 1-2 hari tanpa diketahui sebabnya. Dahulu sering kali Mada mengalami demam, setiap dua minggu pada hari sabtu,minggu atau senin badan dia panas. Tidak ada tanda penyakit lain (batuk,pilek dll) cuma demam.

Dari membaca berbagai artikel di Internet, fimosis adalah terduga paling kuat penyebab anak pertama saya sering kali demam. Demam disebabkan oleh infeksi yang tidak terlihat (dari penis) karena fimosis.

Kami mengunjungi dokter, menceritakan semua keluhan dan kecurigaan mengenai kondisi anak pertama.

Tanpa babibu dan tetekbengek, dokter membaringkan anak saya dan “mencetet” penisnya tanpa bius. Sangat horor melihat bagaimana melihat kulup penis anak saya terbuka secara paksa, Mada menangis keras lalu dokter mengatakan “Udah gak papa”

Gak papa dengkulmu, Mada rewel tiga hari menangis setiap kencing sejak kejadian itu. Tapi sejak saat itu juga, demam seperti tanpa sebab yang dialami Mada sudah jarang. Alhamdulillah.

Dari pengalaman itu, kami memutuskan untuk menyunat Damar.

Karena sudah direncanakan sejak lama, saya menjadi agak grusa-grusu dalam mengambil keputusan. Tidak memikirkan dimana, siapa dokternya atau metode apa yang kiranya pas untuk sunat bayi. Asal sunat begitu saja

Metode yang saya pilih untuk sunat nya Damar adalah “Smart Klamp“. Kenapa saya pilih metode ini? karena ini adalah metode baru. Saya beranggapan, metode atau teknologi baru adalah penyempurnaan dari metode sebelumnya. Tentu saya juga berharap perawatan pasca sunat yang lebih mudah dan kesembuhan yang lebih cepat.

Tiba hari dimana kami harus menyunatkan Damar. Di luar perhitungan saya adalah, kami mengunjungi klinik anak dimana banyak sekali anak yang sakit berkumpul disana. Padahal saat itu Mada si kakak ikut serta mengunjungi klinik dan sangat bahagia bisa berlarian di dalam klinik yang penuh dengan anak-anak sakit. Dalam hati saya cuma bisa berdoa,”Muga-muga anak kami tidak tertular“.

Ternyata doa saya tidak terkabul, beberapa hari kemudian, Mada demam dan batuk-pilek. Silakan bayangkan sendiri betapa galaunya hati kami saat itu. hahay

Pada titik itu saya merasa sedih, karena tidak memikirkan dimana pantesnya bayi umur 14 hari sunat. Silakan jadikan pengalaman ini bisa jadi bahan pertimbangan bagi anda.

Lalu bagaimana kondisi Damar pasca di sunat?

RRRueeeewelll atau sangaaaaat rewel. Pekerjaannya cuma nangis seharian, suaranya sampai serak habis karena terlalu sering menangis. Namun berangsur tenang saat keesokan harinya, Damar nagis hanya saat pipis.

Poin kedua yang sangat layak dapat pertimbangan adalah, “Setelah lima hari, klamp diambil”

Kenapa jadi bahan pertimbangan? karena saat klamp diambil pasti terasa sakit dan Damar kembali rewel. Jadi faktanya jika menggunakan smart klamp, anak anda akan mengalami dua kali rasa sakit yaitu saat pemasangan dan pengambilan klamp.

Fakta yang kami alami sunat bayi menggunakan smart klamp adalah

  1.  Bayi boleh dimandikan
  2. Perawatan setelah pipis lebih rumit, karena kami harus selalu membersikan pipa klamp dan menjaganya tetap kering
  3. Boleh pakai pempers
  4. Penyembuhan relatif lebih lama, karena setelah 5 hari klamp dilepas
  5. Setelah klamp dilepas, penis tidak boleh kena air (tidak boleh mandi)
  6. Dua kali rasa sakit

Saat saya menulis ini, sekarang adalah hari ketiga pasca pelepasan klamp. Kondisi anak saya bagus, sangat tenang, bengkak pada kulit penis mulai menipis, belum mandi karena saya melihat beberapa titik penis belum kering benar.

Perasaan sudah plong. Mungkin dua hari kedepan (pas 10 hari) Damar bisa dimandikan

Update: Efek kesehatan hasil pengamatan setahun setelah khitan,

Sangat memuaskan, daripada kakak nya, ternyata damar lebih tahan terhadap penyakit. Sampai saat ini, Mada si kakak masih beberapa kali mengalami demam tanpa sebab jelas (diduga karena fimosis). Sedangkan damar, dia hanya demam jika memang sedang sakit terutama karena pilek.

TAG

2 COMMENTS

  1. Assalamualaikum mas mau tanya kalau hasil sunnat bayinya gmn apakah bagus atau seperti apa? Saya juga berencana pengen sunat bayi saya umur 3,5 bulan. Makasih mas atas jawabannya.

    • Saya kurang mengerti mengenai “hasil bagus/seperti apa”, bentuk penis setelah sembuh kah? Jika itu pertanyaannya, jawabnya: sama kayak yang lain .hehehe
      Jika ditanya efek kesehatan “hasil bagus/seperti apa”, jawabnya: Bagus dan Memuaskan, adiknya(yg sunat) lebih jarang sakit.

Leave a Reply