Home Resep Resep Banana Cupcake

Resep Banana Cupcake

cara membuat banana cupcake

Baking dan cooking bagi saya adalah kegiatan yang bisa menghilangkan stress, dengan syarat hasilnya berhasil dan enak. Lain cerita jika hasilnya gagal dan gak enak sama sekali, bisa membuat mood nyungsep dan bertambah stress seharian.

Maka sebagai suami yang bijak Mas Indra selalu menyarankan kalo mau cooking dan baking ambil resep yang paling gampang dan anti gagal. Suami saya memberi nasehat bijak ini bukan tanpa alasan, tentu saja karena kalo mood saya lagi nyungsep dialah orang yang merasa paling dirugikan hahahhaha #nasibmu mas

Sebagai istri yang baik pun saya menuruti saran suami saya, kalo cari resep selalu cari yang simple dan anti gagal. Seperti resep cake pisang ini. Selain simple bahannya pun dikit dan percayalah ini resep anti gagal hahahahaha. Udah beberapa kali bikin ini hasilnya moist empuk menyuk menyuk dengan aroma wangi pisang. Dari resep aslinya saya cuma nambahi toping keju, makin yahudd rasanya

Resepnya saya dapat di blog kesayangan Just Try and Taste. Di blog ini selain resepnya banyak yang simple, penulisnya juga okeh step stepnya detail banget ada foto setiap step. Jadi mudah dimengerti oleh orang yang kadang2 Oon kayak saya hahahhaha. Di resep ini yg ribet pas menoreh garis aja di cakenya, maka karena pengen simple sesimple simplenya saya taruh aja di cup jadilah Banana Cupcake.

Resepnya sebagai berikut

Bahan:

  • 120 gram pisang ambon (sekitar 2 buah pisang ukuran sedang)
  • 2 butir telur
  • 50 gram gula pasir
  • 100 gram tepung terigu protein sedang atau serba guna
  • 60 gram mentega dilelehkan
  • Keju untuk toping diatas (tambahan dari saya sendiri)

Cara Membuat :

  1. Siapkan oven, set disuhu 170’C. Karena saya punyanya otang maka saya panaskan dulu otang saya diatas kompor
  2. Siapkan beberapa cup roti untuk tempat cupcake
  3. Rendam telur di dalam air hangat suam kuku selama 2 – 3 menit. Fungsinya untuk membuat putih telur menjadi encer sehingga akan mengembang maksimal kala di kocok. Pastikan air tidak panas karena akan membuat telur menjadi matang.
  4. Cairkan mentega dengan api yang sangat kecil, jangan mencairkan hingga mentega mendidih. Jika sebagian mentega telah meleleh matikan saja api kompor dan goyang-goyangkan panci, kondisi panci yang panas akan membuat sisa mentega meleleh sempurna. Tuangkan mentega cair ke dalam mangkuk yang agak besar, diamkan hingga agak mendingin.
  5. Siapkan mangkuk kecil, masukkan pisang. Hancurkan pisang dengan garpu sampai hancur, jangan menghaluskan pisang dengan menggunakan blender karena tekstur pisang akan hilang. Sisihkan.
  6. Siapkan mangkuk mikser, masukkan telur yang telah direndam dalam air hangat dan gula pasir. Kocok dengan kecepatan rendah sampai tercampur baik kemudian naikkan kecepatan mikser menjadi tinggi dan kocok telur dan gula hingga mengembang, kental dan berwarna putih pucat. Tahapan ini dikenal dengan ribbon stage, tandanya ketika alat pengocok anda angkat maka adonan yang jatuh masih meninggalkan jejak selama beberapa detik. Jika tahapan ini belum tercapai, kocok kembali adonan hingga ribbon stage.
  7. Masukkan pisang lumat, aduk perlahan dengan teknik aduk balik hingga tercampur baik. Masukkan tepung dengan cara diayak ke dalam adonan telur-pisang. Aduk adonan dengan spatula menggunakan teknik aduk balik. Lakukan dengan perlahan agar tidak banyak busa yang mencair. Adonan yang terbentuk kental dan pekat.
  8. Tuangkan sekitar 1/4 adonan ke dalam mangkuk berisi mentega leleh, aduk perlahan hingga tercampur baik. Masukkan sisa adonan ke dalam adonan mentega, aduk dengan teknik aduk balik secara perlahan hingga tercampur dengan baik.Tuangkan adonan ke dalam cup yang telah disiapkan. Panggang selama 40 menit atau sampai kecoklatan. Tes kematangan cake dengan lidi, jika tidak ada adonan yang menempel maka cake telah matang.

Keluarkan dari oven, diamkan sejenak hingga uap panasnya hilang. Siap disantap.

Note: cara mencampur sebagian adonan dengan mentega leleh untuk mempermudah mentega tercampur baik di dalam adonan. Minyak cenderung untuk mengendap di dasar adonan dan sulit tercampur dengan adonan kala diaduk.

 

Leave a Reply