Home Resep Resep Bubur Ayam Pais

Resep Bubur Ayam Pais

ika di postingan Bubur Ayam Bandung komplit saya eksekusinya sudah lama sekali sebelum menulisnya, sampai sampai saya lupa sumbernya.

Nah kalo postingan Bubur Ayam Pais ini masih anget, masih baru saya eksekusi kemarin dan belum habis sampai hari ini.

Maklum satu rumah empat orang yang doyan bubur cuma saya doang, si adhek sempet suka tapi udah bosen kayaknya.

Pembuatan Bubur Ayam Pais ini berawal dari saya sakit gigi. Bayangkan saya mulai sakit gigi itu dari H+3 Lebaran yaitu tanggal 18 Juni 2018 sakit dan bengkaknya nya bertahan sampe seminggu gak sembuh sembuh padahal udah minum berbagai macam obat gigi.

Betapa tersiksanya saya coba? Moment lebaran lho ini, moment dimana tersaji makanan dimana mana dan saya harus menahan sakit gigi, hellaaawwww…. Sakiiiittnya tuh disini….

Karena tidak tahan sakitnya saya putuskan periksa ke dokter gigi. Dokter gigi menyatakan saya mengalami impaksi yaitu suatu keadaan dimana benih gigi atau calon gigi yang akan tumbuh terhalang jalan pertumbuhannya hingga mengakibatkan gigi tidak dapat keluar atau tumbuh secara normal.

Setelah memberikan penjelasan tentang kondisi gigi saya, maka dokter menyarankan saya melakukan operasi Gigi Geraham saya yang impaksi tersebut.

Tetapi sebelum operasi bengkak dan sakit giginya harus disembuhkan dulu.

Setelah itu dokter memberikan saya obat dan juga jadwal operasinya. Jadwal operasinya yaitu Tanggal 30 Juni 2018.

Setelah menerima obat saya pulang dan minum obat secara rutin Alhamdulillah bengkaknya sembuh dan gigi membaik.

Cuma saya sempat berkesimpulan, nih Dokter gigi aneh banget, gigi sakit kasih obat, pas udah gak sakit mau dibongkar lagi huhuhu.

Tapi justru disini ujiannya, karena biasanya saya sendiri merasa enggan, lha kenapa harus cabut gigi kan giginya udah gak sakit.

Tapi suami saya mengingatkan bahwa sembuhnya akan sementara nanti pasti kambuh lagi karena penyebab sakitnya belum dihilangkan.

Mendengar Ayah berkata demikian saya memberanikan diri melakukan operasi.

Operasinya berjalan cukup lancar meskipun agak dramatis. Dramatisnya justru karena sebenarnya saya ketakutan.

Saya sudah membayangkan kalo gusi saya bakal dirobek, karena posisi gigi belum muncul sama sekali dan gigi yang belum muncul ini yang mau diambil.

Dan lagi ini gigi geraham bungsu, paling belakang lokasinya. Duh dalam bayangan saya mulut saya bakalan dibongkar ini nanti.

Karena ketakutan saya ini, setiap dokternya mengambil tindakan, secara tidak sadar tubuh saya bergerak yang menunjukkan rasa tidak nyaman.

Fortunately, Dokter giginya cukup baik, saya ditanya apakah saya masih merasakan sakit.

Dan saya pun meng-iyakan setiap pertanyaannya dan setiap saya berkata “iya” maka saat itu juga anestesinya ditambah, sehingga saya sampai gak terasa apapun.

Kejadian dramatis yang kedua adalah ketika giginya sudah tercabut, tetapi saya disuruh membuka mulut lagi untuk dijahit, alaaàmaak.

Saya sempat bertanya “lho dok pake dijahit?” Dan Pak Dokter yabg baik hati menjawab “iya karena gusinya tadi kan di robek untuk mengeluarkan giginya maka ini harus dijahit”

Duh rasanya udah mau lari saja. Gak mbayangin lagi gusi dijahit itu gimana penampakannya.

Tapi akhirnya semua drama berakhir dan sayapun pulang dengan sebagian wajah berasa mati rasa karena banyaknya anestesi yang diberikan.

Sampe dirumah saya langsung disuruh minum obatnya sama suami biar gak sakit nanti, tapi saya juga kebingungan gimana mau minum obat saya belum makan siang. Tapi untungnya lagi Ibuk tadi datang bawa pisang yaudah saya paksakan makan pisang toh efek anestesinya masih ada.

Selesai makan pisang saya minum obat lanjut tidur karena emang sudah siang dan anak anak juga waktunya tidur siang.

Nah sorenya saya terbangun dengan rasa sakit yang luar biasa. Ibuk bilang pipi saya terlihat bengkak. Saya maunya minum pereda nyeri, tapi takut karena belum makan lagi sedangkan obat pereda nyeri biasanya kurang bersahabat sama lambung.

Saya gak mau gigi sembuh tapi berakhir maag kumat atau bisa jadi kondisinya memburuk gigi belum sembuh maag kumat bisa tambah edan saya nanti.

Ibuk dan Bapak yang masih dirumah saya waktu itu juga merasa kebingungan. Mereka bertanya “Mau makan apa lho Nak yang bisa kamu makan?, Kalo bubur ayam kira kira belinya dimana?”.

So sweetnya ya yang namanya kasih sayang orang tua pada anaknya. Padahal saya udah emak emak lho ini tapi bagi mereka tetep aja saya putri kecil mereka.

Saya sempat putus asa, mana mungkin ada yang jual bubur ayam sore sore begini. Akhirnya saya buka aplikasi gojek-gofood nyari makanan yang kiranya bisa saya makan tanpa merepotkan bapak ibuk.

resep-bubur-ayam-pais-dengan-kuah-kuning-gojek

Gak nyangka di gofood masih ada bubur lho sampe jam 5 sore. Mayanlah masih setengah lima masih bisa pesan meskipun harganya dua kali lipat sama bubur di deket rumah.

Saya pilih yang pake kuah pikir saya rongga mulut dalam kondisi ancur jadi bubur plus kuah kayaknya bisa membantu untuk langsung telan tanpa kunyah.

Berselang 20 menit satu porsi bubur plus kuah kuning mendarat dirumah. Sama seperti perkiraan saya kuahnya membantu saya untuk lebih mudah menelan.

Alhamdulillahasih bisa makan yang cukup enak dengan kondisi rongga mulut ancur ancuran macam gini.

Rasa buburnya sih sama semacam Bubur Bandung tapi topingnya lebih minimalis hanya ayam suwir, bawang goreng dan seledri.

Dan ditambah kuah Pais, kuah kuningnya ini masih berisi ayam juga jadi ayamnya dapat double, ayam putih dan ayam dalam kuah.

Cukup terkesan sama bubur ayam ini karena kuahnya bagi saya kaya rempah tapi gak enek jika dicampur dengan bubur. Dalam hati saya harus bikin ini sendiri besok pagi.

Besok paginya ketika suami sudah siap siap beli bubur saya malah mencegahnya…

“Gak usah beli bubur yah, bubur yang dekat rumah gak ada kuahnya, Bunda mau bikin sendiri seperti yang bunda beli kemarin”

Jadi meski gusi bengkak tetep aja saya nekat ngutak ngatik di dapur. Karena bagaimanapun dapur adalah tempat yang bikin saya rileks.

Saya check semua bahan ada cuma daun bawang pre yang kurang dan si Ayah pun bersedia membelikan yeay…

cara-membuat-bubur-ayam-pais-dengan-kuah-kuning

Yuk langsung eksekusi :

Resep base buburnya sama seperti bubur bandung yang kemarin ya resepnya di link ini https://cumabelajar.com/resep/resep-bubur-ayam-komplit/

Dan jika anda perhatikan dalam gambar saya ayamnya putih untuk toping saya buat lembut dengan irisan sangat kecil ini adalah ayam yang biasa saya gunakan untuk toping mie ayam kebetulan punya stoknya dirumah.

Biasanya ayam putih pada bubur sudah tidak perlu dibumbui lagi tapi jika pake toping yang sudah dibumbui seperti ini hasil akhirnya lebih nendang.

resepnya bisa dilihat disini https://cumabelajar.com/resep/membuat-mie-bayam-lengkap-dengan-bumbu-dan-suwiran-ayam/

Disini saya hanya akan menulis untuk kuah kuningnya saja.

Resep Kuah Bubur Ayam Pais
Persiapan
10 mins
Masak
10 mins
Total
20 mins
 
Bubur ayam dengan kuah kuning kaya rempah khas Cianjur
Jenis: Breakfast
Asal: Indonesia
Keyword: ayam, bubur ayam
Penyajian: 6
Calories: 100 kcal
Bumbu Dan Bahan
Bahan Membuat Kuah
  • 100 gr Daging ayam potong kecil-kecil
  • 2 batang Bawang Pre makin banyak makin sedap
  • 250 ml Air
  • 1 sdm Garam sesuai selera
  • 1 sdt Gula sesuai selera
Bumbu Harus
  • 3 siung Bawang merah
  • 2 siung Bawang putih
  • 1 butir Kemiri
  • 1 ruas Lengkuas
  • 1 ruas kunyit
  • 0.5 ruas Jahe
  • 0.25 ruas Kencur
  • 0.5 sdt Ketumbar bubuk
  • 0.25 sdt Jinten
  • 0.25 sdt Merica bubuk
Cara Membuat
Cara Membuat
  1. Tumis bumbu halus sampe harum

  2. Masukkan daging ayam tumis sampe ayam beribah warna

  3. Tambahkan daun pre, tumis lagi sampe daun pre layu

  4. Masukkan air, tunggu mendidih

  5. ambahkan gula garam test rasa. Jika sudah cukup matikan api.

TAG

Leave a Reply