Home Sains Fakta – Fakta Oksigen

Fakta – Fakta Oksigen

202

Oksigen ditemukan pada tahun 1774 oleh Joseph Priestley, namun dua tahun sebelumya tanpa publikasi ilmuwan swedia Carl W. Scheele juga telah menemukan oksigen.

Scheele memanaskan beberapa senyawa antara lain kalium nitrat, mangan oksida dan merkuri oksida. Senyawa tersebut ternyata menghasilkan gas yang membantu mempercepat proses pembakaran. Sedangkan Priestley memanaskan merkuri oksida menggunakan lensa pembakaran dan menghasilkan kesimpulan yang sama.

Priestly tidak menduga, panas oksidasi merkuri mengahasilkan gas yang membuat lilin lima kali lebih cepat habis dari biasanya.

Selain mencatat pengaruh oksigen pada proses pembakaran, Priestley juga mencatat efek biologis dari jenis gas baru yang ditemukannya. Priestley meletakan tikus kedalam botol yang berisi oksigen, menduga tikus akan mati kurang dari 15 menit. Namun kenyataannya, tikus tersebut tetap hidup hingga berjam-jam.

Bersama Antoine Lavoisier, mereka menemukan fakta bahwa sebagian besar udara (20%) terdiri dari oksigen.

Antoine Lavoisier juga menemukan bahwa berat gas yang dikeluarkan oleh pemanasan merkuri oksida sama dengan berat yang hilang saat oksidasi mekur dan ketika unsur-unsur lain bereaksi dengan oksigen, berat mereka juga sama dengan yang hilang dari udara.

hingga Antoine Lavoisier menyatakan hukum dasar baru, “hukum konservasi materi”

“Materi adalah kekal dalam reaksi kimia” atau sebaliknya, “massa total produk reaksi kimia yang identik dengan massa total bahan awal.”

Selain itu Antoine Lavoisier adalah yang pertama kali menamai gas tersebut sebagai Oksigen.

Kata oksigen berasal dari kata Yunani ‘Oxys’ berarti asam dan ‘gen’ yang berarti membentuk.

Sebelum ditemukan dan dapat diisolasi, sebenarnya sejumlah ilmuwan tahu ada zat dengan sifat oksigen.

Pada tahun 1500an, Leonardo Da Vinci mengamati bahwa sebagian kecil udara diperlukan dalam proses respirasi dan pembakaran.

Pada tahun 1668 Jhon Mayow menulis bahwa udara yang mengandung oksigen diperlukan untuk pernafasan dan pembakaran. Mayow juga mengamati, zat tidak akan terbakar diudara bila tidak ada oksigen.

300-oxygen-aurora
Aurora Borealis: Cahaya hijau menunjukan oksigen dengan ngeksis

 

Efek Berbahaya

  • O2 adalah elemen non-toksik dalam kondisi normal, namun paparan oksigen pada tekanan lebih tinggi dapat menyebabkan kejang-kejang. ms: penyelam
  • Ozon (O3) adalah beracun, bila terhisap bisa merusak paruh-paruh.

Karateristik

  • Oksigen dalam bentuk umum nya (O 2 ) adalah gas diatomik yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa.
  • Oksigen sangat reaktif dan membentuk oksida dengan hampir semua unsur lain kecuali gas mulia
  • Oksigen lebih mudah larut dalam air dingin daripada air hangat. Jadi jumlah oksigen di lautan artik lebih padat daripada di daerah tropis.
  • Dalam kondisi cair dan oksigen padat berwarna biru pucat dan sangat paramagnetik.
  • Ozon (O 3 ), bentuk lain (alotrop) oksigen, terbentuk secara alami di atmosfer atas bumi akibat paparan sinar ultraviolet pada O2 . Ozon melindungi kita dari banyak radiasi ultraviolet berbahaya yang berasal dari matahari.
  • Reaksi dengan oksigen merupakan salah satu kriteria yang kita gunakan untuk membedakan antara logam (membentuk oksida basa) dan non-logam (membentuk oksida asam).

Penggunaan Oksigen

  • Penggunan komersial biasanya dipakai untuk produksi baja, oksigen dipakai untuk mengeluarkan karbon(kotoran) dengan reaksi yang membentuk karbon dioksida.
  • Oksigen juga digunakan dalam asetilin pengelasan, sebagai oksidan untuk bahan bakar roket, dan metanol dan etilen oksida produksi.
  • Tanaman dan hewan bergantung pada oksigen untuk respirasi.
  • Oksigen murni sering digunakan untuk membantu pernapasan pada pasien dengan penyakit pernapasan.

Leave a Reply