Home Sains Perbedaan Satelit, Asteroid, Komet, Meteor Dan Meteorid

Perbedaan Satelit, Asteroid, Komet, Meteor Dan Meteorid

175

Jika kita membaca artikel mengenai Astronomi, sering kali kita jumpai istilah satelit, asteroid, komet, meteor dan meteorit. Jadi apakah perbedaan diantara mereka?

Jika semua asteroid yang berada dalam sistem tata surya kita dikumpulkan, massanya tidak akan lebi besar dari satelit(bulan) kita.

Meskipun ukuran fisik mereka kecil, namun, batuan ruang angkasa ini menawarkan petunjuk penting tentang bagaimana tata surya kita terbentuk. Mari kita bahas satu per satu

Perbedaan Satelit, Asteroid, Komet, Meteor Dan Meteorit

Satelit

Satelit adalah benda angkasa yang berevolisi/mengitari planet, satelit ada dua macam yaitu satelit alam dan satelit buatan.

Contoh satelit alam adalah bulan yang berotasi dan berevolisi/mengitari terhadap bumi.

perbedaan asteroid komet meteor meteorit
Bulan adalah satelit alami bumi

Sedangkan satelit buatan adalah, benda angkasa yang dibuat oleh manusia yang berevolisi terhadap bumi untuk berbagai maksud atau tujuan, misal:satelit komunikasi.

Satelit buatan manusia pertama adalah Sputnik 1, diluncurkan oleh Soviet pada tanggal 4 Oktober 1957, dan memulai Program Sputnik Rusia, dengan Sergei Korolev sebagai kepala disain dan Kerim Kerimov sebagai asistennya.

Peluncuran ini memicu lomba ruang angkasa (space race) antara Soviet dan Amerika.

Asteroid

Asteroid adalah bebatuan kecil dari serpihan/pecahan planet yang tersisa dari formasi tata surya kita.

Saat matahari kita terbentuk, terjadi ledakan besar awan dan gas, banyak bahan yang tersisa masuk ke dalam membentuk planet-planet raksasa terestrial dan gas raksasa yang mengorbit bintang kita.

Sedangkan serpihan atau fragmen debu yang lebih kecil yang tidak pernah masuk/bersatu menjadi planet sebagai asteroid.

Sebagian besar asteroid berada di sabuk asteroid, ruang antara orbit Mars dan Jupiter, kemungkinan besar karena tarikan gravitasi Jupiter mencegah mereka berakumulasi menjadi sistem planet yang lebih besar. Beberapa asteroid juga ditemukan di jalur orbit planet seperti Bumi.

apa bedanya asteroid dan meteor
Ukuran asteroid bisa mencapai luas lapangan bola, namun ada juga yang seukuran manusia

Ada jutaan asteroid, yang menurut pemikiran banyak orang adalah sisa-sisa kehancuran planetisimal, material di dalam solar nebula matahari muda yang tidak pernah tumbuh besar untuk menjadi planet.

Kebanyakan asteroid memiliki bentuk yang tidak teratur, tidak seperti planet yang berbentuk bulat.

ukuran asteroid terbesar
sementara, ada empat asteroid yang diketahui berukuran rasaksa

Asteroid bisa saling mengorbit antar mereka sendiri saat mengelilingi matahari, sehingga sering dijumpai dalam bentuk kawanan asteroid.

Asteroid yang pertama kali ditemukan adalah Ceres pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi dan pada awalnya dikira sebagai planet baru.

Sir William Herschel yang mengenalkan istilah “asteroid”, berasal dari bahasa Yunani, ἀστεροειδής asteroeidēs berarti ‘seperti bintang, berbentuk bintang’, dari bahasa Yunani Kuno, ἀστήρ astēr yang artinya ‘bintang, planet’.

Komet

Komet juga terdiri dari material yang tersisa dari pembentukan tata surya kita dan terbentuk sekitar waktu yang sama dengan asteroid.

Namun, asteroid terbentuk ke arah bagian dalam tata surya kita di mana suhu lebih panas dan dengan demikian hanya batu atau logam yang bisa tetap solid tanpa meleleh.

Komet terbentuk pada jarak yang lebih jauh dari Matahari, melampaui apa yang kita sebut garis salju atau es dan melewati orbit Mars dan Jupiter, di mana suhu cukup rendah untuk membekukan air. Mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis.

Komet adalah potongan gas beku, batu, es, dan debu yang mengorbit pada Matahari. Ciri khas dari komet adalah ekor mereka yang terdiri dari pancaran gas dan debu akibat meleleh saat terlalu dekat dengan Matahari.

Kata “komet” berasal dari bahasa Yunani, kometes (κομήτης) yang berarti “rambut panjang”.

Istilah lainnya adalah bintang berekor, yang sebetulnya tidak tepat karena komet sama sekali bukan bintang. Orang Jawa menyebutnya sebagai lintang kemukus karena memiliki ekor mirip ‘kukus’.Di samping itu, ekornya juga mirip buah kemukus yang dikeringkan.

Komet terbentuk dari es dan debu.

Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari Matahari.

Ketika mendekati Matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor.

Komet juga mengelilingi Matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya.

Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda.

Panjang “ekor” komet dapat mencapai jutaan km.

Beberapa komet menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet.

Beberapa komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali revolusi terhadap Matahari.

Komet dapat dilihat ketika masih jauh dari matahari, bagian yang pertama kali dilihat adalah inti komet. Komet merupakan benda angkasa yang mirip asteroid, tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas (karbon dioksida, metana, air) dan debu yang membeku.

Komet sering juga disebut dengan bintang berekor. Komet memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet. Komet merupakan benda angkasa seperti lapisan batu yang terlihat mempunyai cahaya dikarenakan adanya gesekan-gesekan atom-atom di udara.

Meteor Dan Meteorit

Sebuah meteor hanyalah sebuah asteroid yang berusaha mendarat di Bumi tetapi diuapkan oleh atmosfer Bumi.

Resistensi di atas batu karena atmosfer bumi menyebabkan suhunya naik. Terkadang kita melihat udara panas bercahaya yang diciptakan oleh meteor yang terbakar ini dan menamakan mereka “bintang jatuh.”

perbedaan-meteor-metorit
Ini adalah gambar meteorit, yang telah mendarat di permukaan bumi

Hujan meteor terjadi ketika Bumi melewati banyak meteor sekaligus.

Meteorit adalah meteor yang bertahan hidup (tidak habisa terbakar) saat melalui atmosfer Bumi dan berhasil mendarat di permukaan planet kita. Mereka biasanya terdiri dari besi atau batu, yaitu campuran oksigen, silikon, magnesium, besi, dan elemen lainnya.

Mempelajari asteroid membantu kita memahami pembentukan tata surya kita dan bagaimana planet kita terbentuk. Kita tidak hanya harus menunggu meteorit menemukan kita untuk mengetahui lebih banyak tentang komposisi mereka

Meteoroid adalah benda-benda kecil di tata surya yang ukurannya lebih kecil daripada asteroid tetapi lebih besar daripada sebuah molekul. Persatuan Astronomi Internasional pada sidang umum IX pada 1961 mendefinisikan meteoroid sebagai berikut :

Sebuah benda padat yang berada/bergerak dalam ruang antarplanet, dengan ukuran lebih kecil daripada asteroid dan lebih besar daripada sebuah atom atau molekul.

Ketika memasuki atmosfer sebuah planet, meteoroid akan terpanaskan dan akan menguap sebagian atau seluruhnya. Gas-gas di sepanjang lintasannya akan terionisasi dan bercahaya. Jejak dari gas bercahaya ini disebut sebagai meteor, atau bintang jatuh. Jika sebagian meteoroid ini mencapai tanah, maka akan disebut sebagai meteorit.

Jadi ketika masih di luar angkasa disebut meteor dan bila sudah mencapai bumi maka disebut meteorit.

Leave a Reply